Angka Penduduk Miskin di Bengkayang, Menurun

SETDA Bengkayang, Bengkayang – Badan Perencana Pembagunan Daerah (Bappeda) Bengkayang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang menghadirkan seluruh OPD dan DPRD Bengkayang, Senin (10/2/2020) di Aula II Kantor Bupati. Dan dibuka langsung oleh Sekda Bengkayang, Obaja, SE.,M.Si.

Kegiatan mengambil tema “Percepatan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan SDM menuju masyarakan sejahtera dan berdaya saing,”.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring aspirasi serta masukkan dari para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Bengkayang 2021. Disamping, guna merumuskan masukkan dan saran terhadap rancangan awal RKPD yang akan menjadi pedoman rancangan rencana OPD 2021.

“Dengan harapan akan memunculkan instrumen-instrumen terkait data dan informasi pendukung yang dibutuhkan dalam proses penyusunan RKPD,” ungkap Obaja.

Lebih lanjut, Obaja menyebutkan sedikitnya ada ada enam prioritas guna menuju masyarakat sejahtera dan berdaya saing tersebut, yakni :

  1. Meningkatkan kualitas SDM
  2. Akselerasi pembangunan infrastruktur dasar.
  3. Peningkatan nilai tambah kelembagaan ekonomi dan optimalisasi sektor unggulan daerah.
  4. Peningkatan ketahanan pangan
  5. Peningkatan stabilitas, penataan wilayah dan fungsi Lingkungan Hiddup.

“Inilah yang harus menjadi arah dan pedoman bagi setiap OPD dalam menyusun RKPD,” jelasnya.

Obaja kemudian menyebutkan beberapa capaian kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan selama beberapa tahun terakhir, yakni (1) pertumbuhan ekonomi yang telah mencapai angka 5.37% (2016-2018). (2) PDRB kurun waktu 2015-2018 selalu mengalami tren naik. (3) Angka penggangguran 2016-2018 berkisar 2.4% lebih kecil dibanding propinsi, 4.26%. Dan pada 2021 ditargetkan 2.35%. (4) Jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan, Maret 2017 : 18.48ribu (7.51%). Maret 2018 : 7.17% (berkurang 540 orang). Maret 2019 : 17.69ribu (6.96%). (5) Pembangunan manusia mengalami kemajuan meski berjalan lamban, hal ini ditandai dengan meningkatnya IPM sebesar 0.86% menjadi 66.85.

“Oleh karena itu, saya harap kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pembangunan di Kabupaten Bengkayang,” harapnya. (Ruli/Krisantus/Remi/Sukilah/Humpro Bengkayang).

Tinggalkan komentar